pada suatu malam --(untuk para sobat yang tercekat kesumat)
kekasihku,
lidahmu yang memercik bara
telah menghunus sebilah malam
dengan ujung dingin yang kian membekukan
hingga takmampu lagi kita berkilah
dari gigil yang menerobos belulang.
.
.
mengapa tak lagi kita ingat
di mana kehangatan pernah disematkan?
.
.
(sungguh pantaskah kemarahan menebas persahabatan?)

Comments