« buat yasa | Main | »

June 08, 2007

seorang kawan kepada seorang kawan

kami berencana ke Mata'ie.di sebuah pagi di ambang siang. dengan sengatan matahari khas Banda Aceh.kami menjadwalkan hiking di daerah mata air di selatan kota itu. Adi, salah satu dari kami, juga akan mengajak caving.

Kami bertiga, dengan 2 sepeda motor. Aku membonceng kawanku,Uya. Adi meminjam sepeda motor adiknya.

Bertemu di tempat tinggalku pukul 10 siang, kemudian langsung berangkat.Begitulah kami merekam rencana. Namun, tampaknya rencana itu harus dikemas ulang. ketika ibtu hape-ku menunjukkan pukul 12.00 . Itu artinya sudah pukul 11.15.Tetapi, Belum juga ada tanda-tanda kedatangan Adi.Uya mulai bingung. Tasnya sudah penuh dengan bekal air putih dan biskuit. Dia siap sudah untuk bertualang.Sementara,ami sama-sama kehausan pulsa, sehingga kami menemui kesulitan yang sama untuk menghubungi Adi. Akhirnya menunggu.

sekitar setengah jam kemudian, baru sebuah SmS menggetarkan hape Uya.

'sorry,Ya. Aku masih di bengkel. Rantai sepeda motorku putus.Aku di bengkel depan Mina Hamami'

Aku dan Uya langsung meluncur ke lokasi yang disebutkan Adi. Panas! itulah yang langsung tercecap di kepalaku begitu keluar dari naungan atap rumah. Panas luar biasa!! Owh, Banda Aceh,keluhku dalam hati. bayangan tentang mata air dan sungai di Mata Ie berkelebat-kelebat.coba kalo langsung ke mata ie, pasti segerr... pikiranku lagi-lagi mengeluh.

dalam lima menit, kami mencapai Adi.

Tuhan.... pekikku tertahan.

bengkel itu di pinggir jalan, dan... tak ada tempat berteduh.Adi tengah jongkok di sisi sepeda motornya bersama tukang bengkel. sibuk mengutakatik rantai.Uya berhenti dan segera menghampiri. aku mengikuti.Adi nyengir kecut ke arah kami.sambil punggung tangannya sibuk mengelap buliran peluh di  dahi. wajahnya tampak lebih gelap di tengah timpaan panas matahari yang begitu hebat.bagaimana dia bisa begitu tahan jongkok di pinggiran aspal kasar dengan temperatur sepanas ini.keringatnya akan segera habis mendidih karenanya, pikirku.

sepuluh menit berlalu seperti ratusan menit. berdiri di bawah ganasnya tengah hari Banda Aceh di musim kemarau sepertinya menyedot kesabaran lebih kencang. panase kaya araara mahsyar, mungkin demikian ibu saya akan bilang, panasnya seperti di padang mahsyar.teringat tibatiba video klip Rafli untuk lagu 'di padang mahsyar'. ingat akting Rafly yang berjalan pakai tongkat tertatih di tengah padang gersang.ingataningatan ini makin membuat kepalaku terasa berasap, HUfff..

'apa kita ngga berangkat dulu, aja?' kataku setengah berbisik akhirnya, di telinga Uya.'panas banget nih..' kataku sambil nyengir.

Uya menoleh padaku dan tersenyum. Dia melepas topinya. Memasangkannya di kepalaku.'pakai ini, ya. dan jangan pernah tinggalkan kawan.apalagi yang tengah dalam kesulitan' ucapnya pelan di telingaku. sembari tersenyum.

kurasa matahari meredup.

banda aceh, di sebuah siang.

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .